Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Penampilan tak biasa ditunjukkan polisi cilik binaan Polres Trenggalek dalam gebyar polisi cilik (pocil) yang diselenggarakan Polda Jatim dalam rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-78 di Gor Lembu Peteng Tulungagung.
Mereka menampilkan sajian khas jaranan turonggo yakso, ditengah penampilan polisi cilik pada umumnya.
Dengan penuh semangat, 31 peserta yang masih duduk dibangku sekolah dasar itu menunjukkan kebolehan dalam memainkan kesenian jaranan turonggo yakso, lengkap dengan barongan dan celengan.
Mereka mengenakan kostum tradisional yang penuh warna, dipadu seragam khas taruna taruni yang menambah keindahan pertunjukan.
Gerakan yang luwes dipadu iringan musik yang khas itu membuat para pengunjung dibuat terpukau. Apalagi penampilan itu disajikan oleh anak-anak, yang belakangan ini tak sedikit yang tertarik dengan budaya luar. Namun para generasi penerus itu memilih untuk melestarikan warisan budaya lokal.
Tidak hanya memukau para penonton. Lewat penampilan mereka membuktikan bahwa generasi muda bisa menjadi garda terdepan dalam melestarikan seni dan budaya. Mengingat kesenian itu menjadi identitas Bumi Menak Sopal, sebutan lain Trenggalek sehingga secara tidak langsung menanamkan kecintaan generasi penerus pada kesenian tradisional agar ikut andil melestarikan.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya untuk mendekatkan polisi dengan masyarakat, sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya lokal sejak usia dini,” kata Kasatlantas Polres Trenggalek, AKP Mulyani.
Secara utuh, lanjut Mulyani, gebyar polisi cilik itu bertujuan untuk memberikan edukasi keselamatan berlalu lintas kepada generasi penerus sejak dini, serta sebagai upaya memberikan motivasi kepada generasi penerus untuk menjadi pelopor keselamatan berlalu lintas. Dengan tumbuhnya kesadaran berlalu lintas itu bakal menekan angka kecelakaan lalu lintas.
“Kita harapkan, para polisi cilik ini kedepan bisa menjadi generasi yang smart, memiliki disiplin tinggi dan tentunya bisa menjadi generasi Indonesia emas sekaligus pelopor keselamatan berlalu lintas,” imbuhnya.
Pihaknya mengapresiasi penampilan para polisi cilik itu. Sebab dalam proses itu dilakukan seleksi ketat hingga melahirkan kandidat terbaik dari masing-masing kecamatan. Selain itu, serangkaian latihan panjang harus mereka jalani untuk mempersiapkan diri.
Meskipun belum menorehkan juara, namun penampilan mereka berhasil menjadi sorotan. Sebab penampilan mereka tidak hanya menghibur namun juga menyelipkan pesan moral soal mengedukasi pentingnya warisan budaya sejak dini.
“Apapun hasilnya, mereka sudah memberikan yang terbaik. Sekali lagi selamat dan terus bersemangat,” pungkasnya.
Reporter : Angga Prasetya
Editor : Gimo Hadiwibowo



















