Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Jalur Lintas Selatan (JLS) hingga jalur rawan longsor di Kabupaten Trenggalek jadi atensi libur panjang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Sebab, saat libur Nataru diprediksi terjadi peningkatan mobilitas di Jalur Pantai Selatan (Pansela).
Selain itu, curah hujan intensitas ringan hingga lebat yang berpotensi cuaca ekstrem diprediksi terjadi pada momentum libur panjang tersebut.
“Untuk itu kita antisipasi. Selain pengamanan kegiatan keagamaan maupun kegiatan pergantian tahun, objek vital wisata, JLS hingga jalur rawan longsor juga jadi atensi,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Gathut Bowo Supriyono dalam apel persiapan Operasi Lilin Semeru 2023 di Mapolres Trenggalek, Kamis (21/12).
Di JLS, Gathut menghimbau kepada pengguna jalan untuk tidak berswafoto di jalur-jalur krusial. Sebab aktivitas yang sudah marak pasca pembukaan JLS itu berpotensi memicu terjadinya potensi kecelakaan lalu lintas. Terlebih saat momentum libur panjang ini diperkirakan terjadi pembeludakan pengunjung.
“Kalau di JLS kerawanan laka lantas karena banyak masyarakat yang berhenti di pinggir jalan untuk berswafoto. Apalagi jalannya berkelok-kelok naik turun, sehingga jangan berhenti sembarangan. Foto saja di tempat yang sudah disediakan,” imbuhnya.
Selain JLS, jalur rawan longsor di Trenggalek juga jadi atensi. Sebab Trenggalek berpotensi dilanda bencana hidrometeorologi seiring potensi curah hujan intensitas ringan hingga sedang mulai 18 Desember 2023 hingga 2 Januari 2024 merujuk ramalan cuaca BKMG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda.
Namun, melihat gangguan gelombang Rossby yang ada juga dapat meningkatkan potensi cuaca ekstrem yang dapat menyebabkan potensi bencana hidrometeorologi. Seperti banjir, banjir bandang, angin kencang hingga tanah longsor yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah di Jawa Timur, salah satunya adalah Kabupaten Trenggalek.
“Untuk itu tadi kita apel bersama dengan TNI – Polri, stakeholder lainnya, serta berbagai unsur lapisan masyarakat. Meliputi pemeriksaan sarana prasarana dan kesiapan personel,” ujarnya.
Operasi yang berlangsung 22 Desember hingga 2 Januari itu melibatkan 250 personil gabungan yang tergabung dalam enam Satuan Tugas (Satgas). Yaitu Satgas Preemtif, Satgas Preventif, Satgas Kamseltibcarlantas, Satgas Gakkum, Satgas Humas dan Satgas Banops. Gathut berharap, para personil bisa menjalankan tugas dan fungsinya dengan baik dan humanis.
“Semoga berjalan dengan lancar dan tidak ada gangguan-gangguan Kamtibmas,” pungkasnya.
Reporter: Angga Prasetya
Editor: Dhita Septiadarma



















