Kediri, SEJAHTERA.CO – Kejadian memilukan menimpa balita berinisial FKR (1) asal Desa Branggahan, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri. Dia meninggal usai tertabrak Kereta Api 103 Singosari nomor Lokomotif 103 jurusan Pasar Senen Jakarta.
Peristiwa tersebut terjadi di rel kereta api kilometer 182+4 tepatnya Desa Banjarejo, Kecamatan Ngadiluwih, Minggu (15/10/2023).
Informasi didapatkan dari petugas kepolisian, kejadian bermula ketika korban bermain bersama dengan dua anak keponakannya yakni AG (4) dan KS (4) di latar depan rumahnya.
Selanjutnya, saksi menyuruh AG untuk masuk ke dalam rumah sekaligus mengakhiri bermain karena kondisi waktu sudah menjelang petang.
“Ibu korban pada saat kejadian sedang belanja sembako dan ayahnya berada di ruang tamu rumahnya,” kata Kapolsek Ngadiluwih Iptu Agung Saifudin saat dikonfirmasi, Senin (16/10/2023).
Iptu Agung menjelaskan, tiba-tiba korban tertabrak kereta api yang melaju dari arah selatan menuju ke utara. Atas kejadian tersebut membuat orang tua balita langsung lemas dan tidak berdaya.
Warga setempat yang melihat kejadian itu langsung berlarian menuju ke arah rel kereta api yang berada di sebelah timur rumah korban dengan kondisi tanpa ada pagar pengaman.
“Keluarga dan saksi yang melakukan penelusuran di rel kereta api menemukan celana korban,” bebernya.
Tidak berhenti di situ, lanjut dia, dengan jarak 10 meter turut ditemukan baju korban sekaligus tubuhnya dengan keadaan terpisah. Menurutnya, korban terseret kereta api kurang lebih 50 meter dari rumahnya.
Kemudian, salah satu anggota tubuhnya yang terlempar ditemukan di sebelah timur rel kereta api sekitar 20 meter.
Menindaklanjuti laporan warga terkait kejadian tersebut, dirinya bersama anggota beserta Tim Inafis Satreskrim Polres Kediri mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
“Korban diketahui tertabrak Kereta Api 103 Singosari nomor Lokomotif 103 dengan masinis M. ID (30) melaju dari arah selatan menuju ke utara dengan tujuan akhir Pasar Senen,” ungkap Kapolsek Ngadiluwih.(diy)
Reporter: Rizky Rusdiyanto
Editor: Dhita Septiadarma



















