Main di Kos Teman Trenggalek, Pelajar Tewas Tersetrum

Trenggalek, SEJAHTERA.CO – Seorang pelajar di Kabupaten Trenggalek meninggal dunia usai tersengat listrik saat main ke kos temannya, di Kelurahan Sumbergedong Kecamatan Trenggalek. Pelajar itu meninggal dunia saat mendapatkan perawatan medis di rumah sakit dr Soedomo Trenggalek.

 

“Benar, ada laporan kejadian orang meninggal tersengat listrik,” kata Iptu Singgih Marsudi, KBO Satreskrim Polres Trenggalek, Rabu (24/4).

Read More

Pelajar yang tersengat listrik hingga meninggal itu adalah RPP (18) warga Kecamatan Trenggalek. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (23/4) sekitar pukul 10.30 WIB di belakang rumah Yatmin (71) warga RT 20/RW 07 Kelurahan Sumbergedong.

“Iya, kejadiannya kemarin siang,” imbuhnya.

 

Saat itu, lanjut Singgih, korban tengah main ke tempat temannya YP (17) warga Kecamatan Dongko yang tinggal di rumah kos milik Yatmin. Saat tengah asyik main, ketika itu Yatmin meminta bantuan YP untuk mengangkat rangka besi kanopi yang baru saja selesai di las oleh RAN (18) dan APN (19) warga Kecamatan Karangan.

“Lokasinya di belakang saudara Yatmin itu,” ujarnya.

Saat itu korban ikut membantu temannya mengangkat kerangka besi kanopi bersama Yatmin dan yang lainnya. Tidak lama kemudian, korban meletakkan tiang rangka besi yang diangkatnya ke lantai. Namun sayang,  bagian bawah tiang itu menimpa kabel bermuatan listrik hingga sedikit terkoyak.

 

“Kondisi itu membuat korban tersengat listrik, korban jatuh ke lantai dan pingsan,” jelasnya.

Mereka yang mengetahui kejadian itu, lanjut Singgih segera memberikan pertolongan dan membawanya ke rumah sakit dr Soedomo Trenggalek untuk mendapatkan pertolongan. Namun sayang, nyawa korban tidak tertolong hingga RPP dinyatakan meninggal saat perawatan medis. Kasus itu ditangani pihak kepolisian.

“Setelah dilakukan perawatan, sekira pukul 12.00 WIB korban dinyatakan meninggal dunia,” pungkasnya.

 

Pihaknya mengimbau kepada masyarakat untuk selalu berhati-hati dan waspada dalam melaksanakan setiap aktivitas, serta meminimalisir potensi-potensi yang dapat menyebabkan kecelakaan. Kasus semacam itu diharapkan tidak sampai terulang.

 

Reporter  : Angga Prasetya

Editor: Gimo Hadi Wibowo

 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *