Blitar, SEJAHTERA.CO – Polisi memastikan majikan dan pembantu rumah tangga yang tewas membusuk di tempat penitipan anjing diduga korban pembunuhan. Terduganya adalah salah satu pekerja, AF.
Dugaan itu menguat karena ada beberapa petunjuk di lokasi kejadian. Di antaranya pintu gerbang terkunci dari dalam, tidak ada barang berharga yang hilang. Selain itu, terduga pasca kejadian tak jelas jluntrungnya alias kabur.
“Iya kami curiga karena kalau perampokan atau lainnya ada barang berharga yang hilang. Ini pintu juga digembok dari dalam,” kata Kapolres Blitar Kota AKBP Danang Setiyo PS.
Dia menjelaskan, pasca kejadian, polisi langsung memburu terduga. Awalnya polisi sempat kesulitan memburu karena minimnya data identitas. Pasalnya berdasarkan penuturan tetangga sekitar, pembantu korban kerap gonta-ganti.
Bahkan yang membuat geregetan, ketika ada pembantu yang bekerja, tidak pernah melapor ke perangkat kelurahan atau RT setempat. “Sering ganti pembantu memang,” katanya.
Usai mengumpulkan data pendukung, polisi memburu AF. AF ini adalah pekerja terakhir yang bekerja dengan korban. AF perawakan muda diamankan di rumanhnya di Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.
Sesaat setelah diamankan, polisi hingga saat ini masih meminta keterangan. “Saat ini masih meminta keterangan. Untuk kabar selanjutnya akan kami sampaikan,” katanya.
Sementara itu, informasi di lapangan menyebutkan motif gaji atau upah menjadi dugaan pemicu pembunuhan. Diduga korban tidak menggaji sesuai yang dijanjikan.
Padahal selama ini terduga sudah bekerja maksimal ngopeni anjing.
Sementara dengan apa menghabisi korban, terduga membunuh dengan cara menggunakan benda tumpul. “Yang jelas ada bekas luka benda tumpul. Untuk jelasnya masih menunggu hasil otopsi dari tim forensik,” katanya. (ziz)



















